Jumat, 23 Januari 2015

Konservasi Komodo Lebih Penting


Labuan Bajo, Kompas - Konservasi komodo di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, jauh lebih penting daripada polemik kontes Tujuh Keajaiban Alam Dunia. Promosi tanpa konservasi nyata tidak berarti sama sekali.

”Promosi atau vote komodo lewat SMS dalam kontes itu sah-sah saja, tapi bukan keharusan. Perlu dukungan pemerintah pusat untuk pelestarian Taman Nasional Komodo (TNK). Tampaknya, Balai TNK kesulitan, terutama infrastruktur standar internasional. Banyak kursi pengunjung lapuk,” kata pemerhati komodo di Flores, Rofino Kant, yang juga Ketua Forum Demokrasi Lingkungan Hidup dan Kebudayaan, Minggu (6/11).
Indonesia, kata Rofino, tak perlu risau apabila TNK tak masuk Tujuh Keajaiban Alam Dunia. Pasalnya, nama TNK mendunia sejak Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan PBB (UNESCO) menetapkan TNK sebagai Warisan Dunia dan Cagar Biosfer (1986).
Konservasi komodo penting karena dari aspek populasi terus menurun. Dulu, di Pulau Padar, Manggarai Barat, dihuni komodo, tetapi kini tak ada lagi.
Kurator reptil dari Kebun Binatang Amerika Serikat, Dale Marcellini, menyebutkan, tahun 1994, populasi komodo dewasa tinggal 5.000 ekor. Data TNK, populasi komodo saat ini 2.753 ekor, tersebar di TNK, yaitu di Pulau Komodo, Pulau Rinca, Pulau Nusa Kode, dan Gili Motang.
Di luar kawasan TNK diprediksi ada 66 ekor komodo, seperti di Cagar Alam Wae Wuul, Manggarai Barat, dan di Pota, Manggarai Timur, Flores.
Secara terpisah, Kepala Balai TNK Sustyo Iriono menyatakan pentingnya konservasi komodo, termasuk soal sarana dan prasarana TNK. ”Kontes Tujuh Keajaiban Alam Dunia jika tujuannya untuk kebanggaan Indonesia, mengapa tidak?” kata dia.
Tahun 2010, pengunjung TNK 45.000 orang (sekitar 95 persen wisatawan asing), dan hingga akhir 2011 diperkirakan 50.000 orang, yang merupakan batas daya dukung lingkungan habitat komodo per tahunnya.

Pulau Komodo 10 besar
Kemarin, panitia New7Wonders of Nature mengumumkan 10 besar kontes N7W. Pulau Komodo masuk di antaranya bersama Laut Mati, Grand Canyon, Halong Bay, Pulau Jeju, Sudarbans, Vesuvius, dan Great Barrier Reef. ”Jelas, finalis dari Asia kuat pada tahap ini,” kata Presiden sekaligus Pendiri N7W, Bernard Weber, dalam surat elektronik yang diterima Kompas.

1 komentar:

  1. Terimakasih atas artikel anda yang menarik dan bermanfaat.
    Saya juga mempunyai tulisan yang sejenis yang bisa anda kunjungi di
    Informasi Seputar Indonesia

    BalasHapus

Info Terbaru
Loading...
Quick Message
Press Esc to close