Kamis, 22 Januari 2015

Perburuan orangutan di Kaltim masih terjadi

Perburuan orangutan di Kaltim masih terjadi
Bayi Orangutan. (ANTARA/Regina Safri)
Samarinda (ANTARA News) - Centre for Orangutan Protection (COP) menyatakan, hingga kini perburuan Orangutan (pongo pygmaeus) masih terus terjadi di Kalimantan Timur.


Manajer Area Centre for Orangutan Protection (COP) Kalimantan, Arfiana Khairunnisa, pada Sabtu mengatakan bahwa temuan Orangutan terluka di Kabupaten Kutai Timur menjadi bukti masih terjadinya perburuan dan pembantaian mamalai yang dilindungi dan nyaris punah tersebut.

"Temuan orangutan terluka dengan peluru bersarang di kepala serta adanya luka bekas sabetan senjata tajam pada bagian tangan menjadi petunjuk masih terjadinya perburuan orangutan tersebut," ujarnya.

COP, kata dia, sangat menyayangkan masih terjadinya konflik antara orangutan dengan manusia, khususnya pada areal kawasan hutan yang merupakan habitat mamalia dilindungi tersebut.

"Proses hukum terhadap kasus pembantaian orangutan sudah berjalan namun masih saja terjadi perburuan dan pembantaian orangutan. Kami meminta aparat untuk mengusut temuan orangutan terluka ini," katanya.

Semestinya, kata dia, pemerintah dan pihak aparat terkait memperketat izin pemanfaatan kawasan hutan yang menjadi penyebab konflik antara orangutan dengan manusia.

"Hampir semua wilayah di Kaltim merupakan habitat orangutan dan saat ini kawasan hutan terus berkurang sehingga kami meminta pemerintah agar tidak memberikan izin pemanfaatan kawasan hutan dengan alasan apapun," demikian Arfiana Khairunnisa.

Kepala Balai TNK (Taman Nasional Kutai), Asep Sugiharto, mengatakan bahwa kawasan itu juga merupakan habitat orangutan.

"Berdasarkan penelitian yang dilakukan peneliti Universitas Mulawarman Samarinda, Yaya Rayadin, populasi orangutan di kawasan TNK pada 2099 sekitar 2. 000 ekor," ungkapnya.

Namun, saat ini kami belum bisa memprediksi jumlah orangutan sebab masih dilakukan penelitian. Penelitian dilakukan kembali pada tiga kawasan di TNK untuk mengetahu habitat orangutan yang ada, ujar Asep Sugiharto, yang menyebut kawasan TNK memiliki luas 198.629 hektare.
(T.A053/Z003)
Editor: Priyambodo RH
COPYRIGHT © ANTARA 2012

1 komentar:

Info Terbaru
Loading...
Quick Message
Press Esc to close